Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

PEMUDA YANG TERTARIK MENGENAL BUDAYA KEMALIQ

PEMUDA YANG TERTARIK MENGENAL BUDAYA KEMALIQ Cerpen karya Al Mukaram Pada suatu hari di sebuah desa kecil tinggallah seorang pemuda yang sangat mencintai budaya daerah. Pemuda ini bernama Karam dan hanya tinggal berdua dengan kakeknya saja. Karam seorang pemuda yang sopan dan taat beribadah, kesehariannya di desa bekerja sebagai petani. Di area persawahan tampak Karam berdiri sambil tersenyum melihat tanaman jagungnya, kemudian datang pemuda tersebut, sebut saja Adit, menghampirinya. “Assalamualaikum, Karam apa kabar?” Tanya Adit. “Waalaikumsalam, baik. Kapan balik kampung Adit?, berarti ada libur ya?” Tanya Karam. Kaget dan memeluk sahabat baiknya.” “Iya ada libur semester, baru seminggu di kampung, ya dari pada di sana mending balik kampung.”  Kedua sahabat yang sudah lama tidak bertemu, kembali bersama, bercanda dan berbincang sampai waktu senja,  dan tiba-tiba Adit di telepon oleh ayahnya untuk kembali di kota. Sebelum Adit kembali pergi ke kota, Adit menanyakan masa depan...

Kemaliq Ranget

                           Kemaliq Ranget Menelusuri dari googlemap, ada sebuah lokasi yang sedikit membingungkan, yakni pura Ranget. Setahu saya, di tempat tersebut tidak ada masyarakat yang beragama selain Islam. Lalu mengapa ada bangunan pura di tempat itu. Akhirnya saya mencoba menelusuri lebih jauh dengan datang langsung ke lokasi, dan mewancarai Kepala Dusun Ranget, Bapak Septori Wirawan.    Benar saja. Pak Kadus dengan tegas mengatakan bahwa warganya tidak ada yang beragama selain Islam. Persoalan pura Ranget menurutnya, merupakan konflik berkepanjangan antara masyarakat setempat sebagai pemilik dengan masyarakat pendatang yang mengaku memiliki sebidang tanah di seputaran kemaliq.  “Masyarakat setempat dan para ahli waris tidak pernah menjual tanahnya, tapi anehnya mereka sudah memiliki sertifikat tanah. Anehnya lagi, tanah tersebut juga dimiliki oleh sebuah perusahaan air minum daerah.” Ungkap p...